CERITAORISINAL - Dunia melihat perubahan tak terduga di Timur Tengah ketika Ahmed al-Sharaa, mantan militan Al Qaeda, bertemu dengan Presiden AS Donald Trump di Arab Saudi pada 14 Mei 2025. Pertemuan ini menandai kebangkitan politik Sharaa, yang sebelumnya dikenal sebagai Abu Mohammad al-Golani, komandan Nusra Front dalam perang Suriah. Pertemuan terjadi setelah Trump mencabut sanksi AS terhadap Suriah, mengubah posisi internasional negara yang terisolasi tersebut. Bagi Sharaa, dukungan dari AS menjadi penting untuk menyatukan negara yang terpecah dan memulihkan ekonomi yang terpuruk akibat sanksi. Dalam wawancara dengan Reuters, Sharaa menyatakan betapa mengejutkannya ia berada di istana dan melihat kejahatan yang terjadi di masyarakat. Sharaa, lahir di Arab Saudi, pertama kali masuk Suriah pada awal 2000-an atas perintah Al Qaeda untuk memperluas jaringan jihad. Ia terkenal saat memimpin Nusra Front dan dicantumkan dalam daftar teroris oleh AS pada 2013 karena beru...