MIND ID Buktikan: Eksplorasi Sumber Daya Alam Bisa Ramah Lingkungan

 


CERITAORISINAL - Mining Industry Indonesia (MIND ID) Group meraih enam penghargaan emas pada Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) 2024 dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Penghargaan ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjaga lingkungan, mengurangi gas rumah kaca, dan memberdayakan masyarakat. 

Penghargaan ini juga mencerminkan komitmen perusahaan untuk memastikan ketersediaan pangan berkelanjutan, serta memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat di sekitar operasionalnya. Keenam PROPER emas diperoleh dari PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero), PT Bukit Asam Tbk, Unit Pelabuhan Tarahan, PT Aneka Tambang Tbk, UBP Bauksit Tayan, PT Aneka Tambang Tbk, UBPE Pongkor, PT Bukit Asam Tbk, Unit Pertambangan Tanjung Enim, dan PT Vale Indonesia. 

Untuk menjaga lingkungan, anak usaha dari Antam hingga PT Bukit Asam (PTBA) telah melaksanakan berbagai program, seperti reklamasi, revegetasi, konservasi lahan dan satwa langka, penanaman mangrove, membangun kampong reklamasi, dan penangkaran rusa. Sejalan dengan transisi energi global, MIND ID juga memperkuat peranannya dalam mendukung energi ramah lingkungan, termasuk melalui PT Vale Indonesia yang meningkatkan hilirisasi nikel. Nikel menjadi sumber daya mineral penting bagi dunia, terutama sebagai bahan baku utama baterai kendaraan listrik. 

MIND ID telah menetapkan peta jalan untuk mempromosikan tanggung jawab lingkungan, kesejahteraan sosial, dan praktik tata kelola perusahaan yang baik melalui Sustainability Pathway. Praktik tersebut align dengan tujuan Sustainable Development Goal (SDGs) dan 10 prinsip International Council on Mining and Metals (ICMM). 

Pencapaian anak usaha MIND ID yang telah memperoleh PROPER Emas meliputi PT Bukit Asam (PTBA) dengan dua PROPER Emas untuk Unit Pertambangan Tanjung Enim dan Unit Pelabuhan Tarahan. PTBA berkomitmen mengurangi emisi gas rumah kaca melalui inovasi seperti teknologi konversi batu bara menjadi Artificial Graphite dan Anode Sheet. Selain itu, proyek gasifikasi bertujuan mengubah batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) sebagai pengganti LPG. 

Rencana PTBA untuk perbaikan lingkungan mencakup beberapa upaya seperti reklamasi area bekas tambang, penanaman mangrove, dan konservasi satwa langka. Di antara pencapaian tersebut adalah penanaman 30. 000 pohon mangrove pada tahun 2023, konservasi terumbu karang sebanyak 1. 249 spesies, dan pengembangan area bekas tambang untuk ketahanan pangan. 

Unit Pertambangan Tanjung Enim di PTBA beroperasi di Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, dengan kapasitas produksi batubara sebesar 110 juta ton dan produksi 41,94 juta ton pada tahun 2023. Inovasi dalam Program Eco Inovasi termasuk pemanfaatan tanaman Kiambang untuk membersihkan bahan pencemar dalam air asam tambang. 

Unit Pelabuhan Tarahan (PELTAR) memiliki sumber daya batubara mencapai 5,81 miliar ton. Di tahun 2023, kapasitas produksi PTBA mencapai 41,94 juta ton. Unit ini melakukan inovasi dalam perbaikan lingkungan, antara lain dengan merestorasi ekosistem pesisir dan mendukung ekowisata. Kerja sama dengan KTH Bina Jaya Lestari melibatkan penanaman 40 ribu bibit mangrove dan transplantasi terumbu karang di area konservasi. 

PTBA juga mendukung sektor pertanian di Desa Sidodadi melalui program pemberdayaan yang menggunakan cuka bambu sebagai pupuk, mempercepat waktu panen bawang merah yang akan dimulai pada September 2024.

PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum adalah produsen aluminium terbesar di Indonesia. Produksi perusahaan mencapai 215. 130 ton pada 2023 dan diharapkan meningkat menjadi 280. 000 ton di masa depan. Inalum berdiri sejak Januari 1976 dan telah berkontribusi untuk pembangunan ekonomi Indonesia dan masyarakat. 

Salah satu terobosan besar adalah pembangunan industri aluminium dengan PLTA di Paritohan, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara. Perusahaan memanfaatkan Sungai Ashan dari Danau Toba sebagai sumber energi yang murah dan berkelanjutan, dengan 95% produksi aluminium menggunakan energi terbarukan dari PLTA. PLTA telah beroperasi sejak 1981. 

Inalum memiliki tiga unit bendungan dan dua PLTA dengan kapasitas 603 MW. Perusahaan juga menjaga kelestarian alam Danau Toba melalui reboisasi dan terlibat dalam pemberdayaan ekonomi lokal dengan menciptakan Edu-Ekowisata Mangrove Pantai Sejarah.

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) adalah perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) yang didirikan pada Juli 1968. Perusahaan ini mengelola penambangan dan pengolahan bijih nikel laterit terbesar di dunia, dengan pusat operasi di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Kapasitas produksi nikel Vale mencapai 70-75 ribu ton dalam matte per tahun. 

Hilirisasi nikel menjadi fokus utama bagi Vale dalam mendukung transisi menuju energi hijau. Nikel penting untuk teknologi energi terbarukan dan produksi baterai, serta untuk komponen turbin angin dan panel surya. Menurut International Energy Agency (IEA), permintaan nikel bisa meningkat drastis hingga 2-5 metrik ton pada tahun 2050. 

Vale berkontribusi dalam penggunaan energi hijau dengan semua proyeknya menggunakan sumber energi rendah emisi karbon. Perusahaan menargetkan net zero emisi pada tahun 2050, menggunakan energi terbarukan dari pembangkit listrik tenaga air dan biomassa. Upaya ini diperkirakan mengurangi emisi GRK sebesar 311. 000 ton CO2 eq/tahun. Program ROJALI yang memanfaatkan energi PLTA juga berhasil mengurangi 57% emisi CO₂ dari operasi PLTD dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. 

Selain itu, Vale menjalankan program pemberdayaan masyarakat dan pengembangan keanekaragaman hayati di Taman Kehati Sawerigading Wallacea, yang merehabilitasi lahan kritis dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

PT Aneka Tambang (Persero) Tbk, atau Antam, didirikan pada tahun 1986 dan terlibat dalam eksplorasi, penambangan, pengolahan, serta pemasaran komoditas seperti bijih nikel, feronikel, emas, perak, bauksit, dan batubara. Antam berkomitmen untuk menjalankan praktik penambangan yang baik dan mencapai keunggulan operasional demi keberlanjutan. Komitmen ini diakui dengan dua PROPER emas dari Kementerian Lingkungan Hidup. 

Antam terus berupaya memperbaiki lingkungan dan ekonomi berkelanjutan, dan hingga akhir 2023, perusahaan telah merampungkan reklamasi area sebesar 1. 386,57 hektar. Selain itu, Antam aktif dalam konservasi flora dan fauna melalui berbagai kegiatan, seperti fasilitas konservasi jalak putih dan penanaman bakau, dengan 50. 400 pohon bakau ditanam pada tahun 2023. Perusahaan juga fokus pada pengurangan jejak karbon dan pengelolaan limbah. 

Unit Bisnis Pertambangan Bauksit Kalimantan Barat (UBPB Kalbar) beroperasi di pertambangan bijih bauksit dengan kapasitas produksi 3. 500. 000 Wmt per tahun, dan berkomitmen mengurangi dampak perubahan iklim serta memberdayakan ekonomi lokal melalui program Aek Kapuas. Program ini menggunakan limbah untuk membantu ekonomi masyarakat dan menciptakan pupuk dari limbah organik. 

Unit Bisnis Pertambangan Emas Pongkor di Kabupaten Bogor mengelola penambangan dan pengolahan bijih emas dengan kapasitas produksi 9. 808 kg per tahun. UBP Emas Pongkor juga mengembangkan ekonomi lokal melalui program yang memanfaatkan limbah untuk perbaikan peralatan dan menciptakan peluang kerja baru.







Postingan populer dari blog ini

Profil Ahmed al-Sharaa: Jejak Kelam, Ambisi Politik, dan Tarik Ulur dengan Trump

Trump Tawarkan Manfaat Sejarah Perang Dunia II untuk Rayu Greenland

Padamnya Listrik di Bali Bikin Geger, Mensesneg Turun Tangan!